Asrama: Tempat Pembentukan Karakter Siswa SMAN 10 Pentagon

print
Salah satu keunikan SMAN 10 Pentagon Kaur adalah asrama bagi siswa yang masih menempuh pendidikan di sini. Hal ini karena SMAN 10 Pentagon Kaur berkomitmen untuk tidak hanya membangun kemampuan akademik siswa, melainkan juga mendidik karakter siswa yang mampu bersaing di era global.

Karakter yang ditanamkan kepada seluruh siswa SMAN 10 Pentagon tercermin dari lima pilar yang menjadi jiwa SMAN 10 Pentagon Kaur: IPTEK, IMTAQ, ETIKA, ESTETIKA, HARMONI. Dalam aspek IPTEK, siswa diharapkan untuk memiliki semangat juang dan daya tahan tinggi agar dapat memahami dan mempraktekkan ilmu yang diajarkan. Dimensi IMTAQ mengajarkan bahwa siswa harus tetap berpedoman pada perintah agamanya masing-masing untuk mencapai kesuksesan yang bermanfaat. Sementara aspek ETIKA meminta para siswa untuk memiliki moral dan perilaku yang benar, sopan, santun, berintegritas, dan berdedikasi tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Dimensi ESTETIKA pun tak kalah aktifnya meminta siswa untuk menjaga dan merawat lingkungan dan orang-orang di sekitarnya agar bisa menciptakan kondisi yang HARMONI.

Lalu, apa yang bisa dilakukan di Asrama?

Ibadah bersama. Bagi yang Muslim, shalat berjamaah adalah program wajib setiap waktu shalat tiba. Sementara bagi yang non-Muslim, kegiatan ibadah Minggu atau hari-hari tertentu juga wajib hukumnya. Kegiatan ini difungsikan untuk memberikan pencerahan rohani kepada siswa, sehingga siswa dapat menyerap pelajaran dan melakukan kegiatan lain dengan optimal.

School Culture. Kegiatan membaca selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai ini akan memperluas wawasan siswa dengan informasi di luar pelajaran yang mereka terima di dalam kelas.

Belajar Mandiri. Setiap pukul 20.00 WIB, seluruh siswa SMAN 10 Pentagon diwajibkan belajar bersama secara mandiri. Siswa dapat memilih berbagai metode belajar; beberapa menggunakan metode tutor, yang lain asyik berkutat dengan PR nya sendiri, dan beberapa siswa mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru.

Kebersihan. Setiap hari, siswa diminta menjaga kebersihan diri dan lingkungannya melalui program piket harian dan mingguan. Siswa berbagi tugas untuk membersihkan ruang-ruang publik sekaligus melakukan pengawasan yang dibantu pengasuh / fasilitator.

Kajian Rohani. Ini adalah program pengayaan rohani bagi siswa Muslim. Materi-materi tentang Islam, akidah, dan tajwid disampaikan oleh Ustadz yang berkompeten membahas ini di bidangnya.

Literasi Media. Siswa diajari untuk memanfaatkan media secara bijak dengan berpikir kritis tentang apa yang mereka lihat, baca, dan dengar dari media. Sekaligus, siswa diminta untuk membuat video dari aktivitas positif mereka untuk diunggah di sosial media.
Bimbingan Karir. Ketika kelas 12, siswa dapat meminta saran kepada para pengasuh dan fasilitator untuk memilih aktivitas, kampus dan jurusan yang mereka inginkan setelah lulus.

Bimbingan Pengembangan Diri. Siswa juga dapat meminta saran, panduan, dan bimbingan dari pengasuh dan fasilitator apabila hendak mengikuti lomba atau kegiatan pengembangan diri di luar sekolah (Duta GenRe, Duta Wisata, Lomba Karya Tulis, Lomba Cepat Tepat, dll).

Evaluasi Mingguan. Siswa diminta untuk mengevaluasi kegiatannya selama 1 minggu dan membuat rencana perbaikan untuk minggu depan.

Melakukan hobi dan bersosialisasi. Ya, siswa dapat melakukan hobinya dalam berolahraga, berkebun, menulis, dan berbagai macam kegiatan positif lainnya dengan tetap menaati peraturan asrama.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang aktif, kreatif, beretika, dan berkepribadian unggul untuk menghadapi tantangan zaman. (ars)